Memang
susah untuk memahami arti rasa pertalian yang sangat dalam dan begitu suci yang
terjadi antara kita dan ibu kita. Kita boleh menyayangi sesuatu seperti emas
dan intan, tetapi tiada satupun yang dapat menandingi kasih seorang ibu kepada
anak-anaknya.
Kaum
ibu di seluruh dunia memelihara dan membesarkan anak-anak mereka, seringkali
tidak mengindahkan kehidupan mereka sendiri. Pertama kali, mereka mengandung
kita selama sembilan bulan di dalam rahim mereka, kemudian membawa kita
memasuki dunia ini dengan melalui proses kelahiran yang sangat menyakitkan.
Kemudian mereka menjaga kita sebagai bayi… coba pikirkan ketika malam-malam mereka harus terjaga
dan melewati hari-hari yang selalu melelahkan. Mendidik anak-anak kecil dan
menghadapi remaja yang suka membantah bukanlah suatu tugas yang mudah.
Seringkali
ibu mengalami hal yang tidak dapat dibayangkan dan melakukan berbagai jenis
pengorbanan. Coba kita pikirkan tentang masyarakat di negara miskin, di
tempat-tempat yang mana peperangan dan kelaparan telah melenyapkan segala yang
terbaik dalam diri manusia. Kita juga dapat menemui banyak buku yang
mengisahkan tentang ibu yang melakukan apa saja untuk melihat anak mereka
sembuh dari penyakit berbahaya. Kadang-kala ibu berkorban karena mencoba
melindungi mereka yang disayangi.
Kadang-kala
seorang ibu cuma ingin melihat anak-anaknya gembira, meskipun dia sendiri
berada dalam kesengsaraan. Dia akan melakukan apa saja untuk memastikan anak
mereka berada dalam keadaan baik, supaya anak-anaknya bisa tumbuh besar sebagai
manusia yang sempurna, insan yang baik. Dan dia tak pernah hiraukan kepentingan
dirinya sendiri. Seorang ibu akan senantiasa merasa puas apabila melihat
anak-anaknya, sebagai orang dewasa, memiliki kehidupan yang bagus - walaupun
dia sendiri mungkin telah dilupakan oleh anak-anak yang telah dijaganya dulu.
Ya,
kita harus menyadari bahwa banyak ibu yang akhirnya menangis sendirian walaupun
seharusnya mereka menikmati hari tua dikelilingi anak-anaknya yang bahagia. Ada
juga kaum ibu yang menghabiskan sisa-sisa kehidupan di rumah panti, meskipun
mereka mempunyai banyak anak yang mampu menjaga mereka. Akhir-akhir ini,
keadaan seperti itu seolah-olah sudah menjadi hal yang wajar. Hal ini sangat
menyedihkan. Ketika kita masih kecil, semasa kita masih kanak-kanak, ibu kita
berusaha memenuhi segala keinginan dan rengekan dan luapan amarah kita, tetapi
ketika kita telah menjadi dewasa, kita melupakan mereka sedangkan satu-satunya
yang mereka inginkan hanyalah setetes kasih-sayang kita untuk mereka.
Seorang
ibu akan tersenyum apabila kita pulang ke rumah dari sekolah membawa raport
yang bagus. Ibu akan menangis bahagia apabila kita naik kemimbar untuk menerima
ijazah. Ibu akan duduk dan merasa cukup gembira jauh di dalam hati bila
anak-anak mereka dalam keadaan baik semuanya dan mampu menjalani kehidupan
masing-masing. Semua ini mungkin perkara kecil yang mungkin mudah, tetapi buat
ibu, itu adalah hal yang mereka ingin rasakan setelah tahun demi tahun
membesarkan anak-anak mereka.


0 komentar:
Posting Komentar