Keputusan adalah
hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya
mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu
sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu
diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang
dihadapinya.
Keputusan itu sendiri merupakan unsur
kegiatan yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui
dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan
yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini
biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap
manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan
keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.
Setelah pengertian keputusan
disampaikan, kiranya perlu pula diikuti dengan
pengertian tentang “pengambilan keputusan”. Ada beberapa definisi
tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti pengambilan keputusan sama
dengan pembuatan keputusan, misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan
adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan
pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang
dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang
dimungkinkan).
Menurut Siagian pengambilan
keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan
fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan
pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling
tepat.
Dari kedua pengertian diatas maka
dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak
secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Masalahnya telebih dahulu harus
diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan
pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.
Kasus:
Analisis Proses Pengambilan Keputusan Konsumen (Studi
Kasus pada Penggunaan Alat-Alat Tulis Di Lingkungan Sekolah SMA Negeri 68
Jakarta)
Pilot dan standard merupakan jenis pulpen yang paling
sering digunakan oleh konsumen terutama oleh kalangan pelajar. Namun seiring
berkembangnya industri pulpen, muncul berbagai merek pulpen lainnya yang
memiliki ciri khas masing-masing. Sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk
mengahadapi persaingan-persaingan yang bermunculan. Salah satunya adalah dengan
menganalisis proses pengambilan keputusan konsumen. Tujuan dari penelitian ini
adalah menganalisis bagaimana proses konsumen memutuskan pembelian pulpen dan
membandingkan bagaimana preferensi konsumen terhadap atribut-atribut pulpen
yang terdapat pada pulpen pilot dengan stndard techno, baik dari tingkat
kepentingannya maupun tingkat kepercayaannya. Penelitian ini dilakukan di Jakarta,
yaitu di Sekolah Menengah Atas Negeri 68 Jakarta, dengan menggunakan disain
survey. Responden yang diambil adalah 20 orang pelajar dengan melakukan
wawancara tertulis yaitu kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses
keputusan pembelian pulpen dimulai pada proses pengenalan kebutuhan, proses
pencarian informasi, evaluasi alternative, keputusan pembelian, dan evaluasi
hasil pembelian. Hasil penelitian menunjukan bahwa 60 % responden memilih
dorongan dari teman merupakan faktor utama yang mempengaruhi dalam pengambilan
keputusan. Sedangkan berdasarkan preferensinya, perbandingan atribut pulpen
pilot lebih baik ketimbang pulpen standard. Hal tersebut dapat dilihat dari
nilai model Fishbien dimana pulpen pilot lebih tinggi atau lebih positif
(+7,4175) dibanding pulpen standard techno (+4,645).


0 komentar:
Posting Komentar